Senin, 20 Juni 2011

cintaku hanya untuk kamu

cerita Cinta aku



cerita cinta
cinta

  1. cerita Cinta q, halo temen-temen semua, cerita kali ini dikirim oleh teman kita yang bernama Diana Chusnul Hotimah, maaf ya diana tulisannya baru sempat dipublikasi sekarang hehe, ok yuk langsung kita baca tulisannya.
  2. Assalamualakum.Wr.Wb
  3. Hai teman2 di cerita cinta
aq diana asli dari surabaya,saya ingin berbagi cerita tentang cinta q yg hanya berjalan oleh hitungan hari tapi teramat dlam Semuanyua ini bermula dari DUMAY "Dunia Maya" Tagged.aq mempunyai teman wanita dia tekenal sangat nakal,sering ganti pasangan dg org luar bkan dr indonesia.di situlah aq mulai di kasih tau cra mencari teman yang cepat dan banyak yaitu di Tagged.aq dia ajari oleh dia gimana menggunakan situs itu.perlahan lahan aq mulai mengerti dan mengetahui cra bermainnya.

di situs ne banyak sekali oragng2 yg dari luar negri sedikit juga banyak ce yg dr indonesia.semua permintaan pertemanan yg datang selalu aq terima karna memang aq ingin empunyai teman banyak,salah satu nya adalah Ndutz(panggilan aq ke dia)sejak tu kita mulai berkenalan dan saling menanyakan tentang kepribadian yang ada pada diri kita supaya aq dan dia bisa saling kenal lebih dekat.

Ndut : hai mia
aq : hai jga
Ndut : mia anak mana??
aq : aq nak sby,qm nak mn?
ndut : aq jg sby,qm sby mn??
aq: aq sby selatan
Ndutz : le q maen k rmh qm???ne no q 031******
aq :le thx ya no x,ne no q 0857*********

akhiar x aq dan dia sling sms,telfon,dr snalah kita bisa menjadi dekat.lama sudah aq mengenal dia,tapi aq belom sempat bertemu dia karena qt masih sibuk dengan kerjaan yang masih numpuk.tiba saat nya qt bertemu,malam tu dia sms aq dan berkata
ndut : mlm mia lagi ngapain?
aq : mlm jg mas, ne lg d humz ja
ndut : qm g klwr ta ma cwok mu?
aq : aq lom px cwok mas,knp?
ndut : kita ketemuan yuk??
aq : bleh mang mau ktm d mn?
ndut : terserah qm mo ktm d mn?
aq : ya da qt ktm d daerah humz aq ya mas
ndut : oc,bsk kta ktm ya
aq : baik bsk jam 18:00 qt ktm d dpn ......

keesokan hari nya tiba pada waktu nya aq telat setengah jam dr waktu yg da q tentukan.sampai tempat tu aq langsung menyapa dia.lama kita ngobrol di temnpat tu,dan dia mengajak aq keluwar tu mancari tempat laen,aq kaget saat dia mengajak aq ketempat yg sangat mendukung suasana x buat aq dan dia .kita langsung menceri tempat duduk yang enak dan pas dan lagsg memesan makanan.sambil menunggu makanan yang di pesan datang dia berkata
ndut :mia qm tau g hati aq berdebar kencang sekali
aq : mang knp mas??qm kecapeaan ya?
ndut : g tau ne knp,bkn krn q cpek tp da yang laen
aq : yg laen pa mas?
ndutz : mana tangan mu ,cba qm pegang dada q kencang sekali kan
aq : ya kencang qm knp?
ndutz : aq bru kali ne merasakan hal seperti ini
aq : hal apa?
ndutz : ktka berada di dekat aq mrsa snga,tngan dll
mgkin ne bertanda bahwa aq suka sma kamu
aq : haaaaaa ko' bs ska gmn ce mas?kita bru ja ktm gmn qm sdh mmpnyai perasaaan gtu ma aq
ndutz : g tau mia knp sprt ne,mau g mau jd pacar aq??

tapi aq g mau menjawabnya aq cuma dia diam karna aq g mau mengambil keputsan cepat dalam hal cinta ini
beberapa hari bertemu terus aq mulai jga mempunyai perasaan yang sma dengan dia, tp aq tidak berani tuk mengungkapkan nya,perkenalan aq dan dia sangat singkat hanya hitungan hari

tibalah pada sabtu malam minggu qt bertemu kmbali sambil jalan mengelilingi kota surabaya,di setiap perjalanan aq sering mendapat telfon dari teman aq yang lebih lama aq kenal.aq tidak tau kalu dia sangat marah karena telfon tu.setelah tu aq di antar kan pulang.lama sudah jam telah menunjukkan waktu tengah malam tapi tidak ada kabar dri dia.aq sms tdak ada balasan dan aq tlf pun sudah tidak pernah dia angkat lagi.2hari aq tidak pernah mendengar kabarnya lagi,setelah tu aq putuskan tu melupakan dia selamanya dan aq mengirimkan pesan terakhir kepada dia
met pagi mas,,,,gimana kabar x???smg qm sll baik n sll da d lindungan x
aq minta maaf ya mas klo selama aq knal dan dkat ma qm,q sll membuat kesalahan atu membuat qm g enak,terima kasih qm telah memberi warna dalam hidup q walau tu hanya sekejap tapi tu sudah sangat berarti wat aq.tanpa aq sadari bhwa aq jga mencintai dan sayang ma qm,d setiap doa q sll ada nma mu.smga qm sll d beri kebahagiaan n menemukan cinta yang ssesungguh nya.
aq hanya ingin pamit ma qm bahwa aq kan pergi dari surabaya karena di sni bukan tempat aq.aq ingin minta 1permintaan ma qm,suatau sat jika aq kembali k sby aq ingin bertemu dengan qm hanya sebatas teman saja.karena aq tau jika aq mencintaimu tu hanya membuat aq sakit
bye chay....aq kan selalu merindukan mu from : Diana

tak lama kemudian dia mebalas pesan aq dan dia menjelaskan alsan dia marah selama ini ma q,aq ttp dg keputusan aq yg awal aq kan tetap pergi,sebelum aq pergi dia meminta bertemu dg aq,aq pun menyetujuinya.
sangat berat aq melangkahkan kaki q tuk menuju tempat pertemuan tu dan sangat berat aq melepaskan nya pda malam tu.tpi smua harus aq jalani karena aq ingin mencari arti hidup aq yanga sesungguhnya.nah di situlah cerita singkat aq ma dia "Ndutz"
semoga waktu aq main ke surabaya aq bisa bertemu dengan dia kembali wlau semua x sudah berubah.karena malam tu adalah malam terakhir aq menjalani kisah cinta aq yang masih seumur jagung sngat singkat dan cepat.

Minggu, 19 Juni 2011

Tak Cukup Hanya Cinta






“Sendirian aja dhek Lia? Masnya mana?”, sebuah pertanyaan tiba-tiba mengejutkan aku yang sedang mencari-cari sandal sepulang kajian tafsir Qur’an di Mesjid komplek perumahanku sore ini. Rupanya Mbak Artha tetangga satu blok yang tinggal tidak jauh dari rumahku. Dia rajin datang ke majelis taklim di komplek ini bahkan beliaulah orang pertama yang aku kenal disini, Mbak Artha juga yang memperkenalkanku dengan majelis taklim khusus Ibu-ibu dikomplek ini. Hanya saja kesibukan kami masing-masing membuat kami jarang bertemu, hanya seminggu sekali saat ngaji seperti ini atau saat ada acara-acara di mesjid. Mungkin karena sama-sama perantau asal Jawa, kami jadi lebih cepat akrab.

“Kebetulan Mas Adi sedang dinas keluar kota mbak, Jadi Saya pergi sendiri”, jawabku sambil memakai sandal yang baru saja kutemukan diantara tumpukan sandal-sendal yang lain. “Seneng ya dhek bisa datang ke pengajian bareng suami, kadang mbak kepingin banget ditemenin Mas Bimo menghadiri majelis-majelis taklim”, raut muka Mbak Artha tampak sedikit berubah seperti orang yang kecewa. Dia mulai bersemangat bercerita, mungkin lebih tepatnya mengeluarkan uneg-uneg. Sebenarnya aku sedikit risih juga karena semua yang Mbak Artha ceritakan menyangkut kehidupan rumahtangganya bersama Mas Bimo. Tapi ndak papa aku dengerin aja, masak orang mau curhat kok dilarang, semoga saja aku bisa memetik pelajaran dari apa yang dituturkan Mbak Artha padaku. Aku dan Mas Adi kan menikah belum genap setahun, baru 10 bulan, jadi harus banyak belajar dari pengalaman pasangan lain yang sudah mengecap asam manis pernikahan termasuk Mbak Artha yang katanya sudah menikah dengan Mas Bimo hampir 6 tahun lamanya.

“Dhek Lia, ndak buru-buru kan? Ndak keberatan kalo kita ngobrol-ngobrol dulu”, tiba-tiba mbak Artha mengagetkanku. ” Nggak papa mbak, kebetulan saya juga lagi free nih, lagian kan kita dah lama nggak ngobrol-ngobrol”, jawabku sambil menuju salah satu bangku di halaman TPA yang masih satu komplek dengan Mesjid.

Dengan suara yang pelan namun tegas mbak Artha mulai bercerita. Tentang kehidupan rumah tangganya yang dilalui hampir 6 tahun bersama Mas Bimo yang smakin lama makin hambar dan kehilangan arah.

“Aku dan mas Bimo kenal sejak kuliah bahkan menjalani proses pacaran selama hampir 3 tahun sebelum memutuskan untuk menikah. Kami sama-sama berasal dari keluarga yang biasa-biasa saja dalam hal agama”, mbak Artha mulai bertutur. “Bahkan, boleh dibilang sangat longgar. Kami pun juga tidak termasuk mahasiswa yang agamis. Bahasa kerennya, kami adalah mahasiswa gaul, tapi cukup berprestasi. Walaupun demikian kami berusaha sebisa mungkin tidak meninggalkan sholat. Intinya ibadah-ibadah yang wajib pasti kami jalankan, ya mungkin sekedar gugur kewajiban saja. Mas Bimo orang yang sabar, pengertian, bisa ngemong dan yang penting dia begitu mencintaiku, Proses pacaran yang kami jalani mulai tidak sehat, banyak bisikan-bisikan syetan yang mengarah ke perbuatan zina. Nggak ada pilihan lain, aku dan mas Bimo harus segera menikah karena dorongan syahwat itu begitu besar. Berdasar inilah akhirnya aku menerima ajakan mas Bimo untuk menikah”.

“Mbak nggak minta petunjuk Alloh melalui shalat istikharah?”, tanyaku penasaran. “Itulah dhek, mungkin aku ini hamba yang sombong,untuk urusan besar seperti nikah ini aku sama sekali tidak melibatkan Alloh. Jadi kalo emang akhirnya menjadi seperti ini itu semua memang akibat perbuatanku sendiri”


“Pentingnya ilmu tentang pernikahan dan tujuan menikah menggapai sakinah dan mawaddah baru aku sadari setelah rajin mengikuti kajian-kajian guna meng upgrade diri. Sejujurnya aku akui, sama sekali tidak ada kreteria agama saat memilih mas Bimo dulu. Yang penting mas Bimo orang yang baik, udah mapan, sabar dan sangat mencintaiku. Soal agama, yang penting menjalankan sholat dan puasa itu sudah cukup. Toh nanti bisa dipelajari bersama-sama itu pikirku dulu. Lagian aku kan juga bukan akhwat dhek, aku Cuma wanita biasa, mana mungkin pasang target untuk mendapatkan ikhwan atau laki-laki yang pemahaman agamanya baik”, papar mbak Artha sambil tersenyum getir.

cerita cinta

Aku Ingin Mencintaimu Dengan Sederhana




Aku memandang kalender yang terletak di meja dengan kesal. Sabtu, 30 Maret 2002, hari ulang tahun perkawinan kami yang ketiga. Dan untuk ketiga kalinya pula Aa’ lupa. Ulang tahun pertama, Aa’ lupa karena harus rapat dengan direksi untuk menyelesaikan beberapa masalah keuangan perusahaan. Sebagai Direktur keuangan, Aa’ memang berkewajiban menyelesaikan masalah tersebut. Baiklah, aku maklum. Persoalan saat itu memang lumayan pelik.

Ulang tahun kedua, Aa’ harus keluar kota untuk melakukan presentasi. Kesibukannya membuatnya lupa. Dan setelah minta maaf, waktu aku menyatakan kekesalanku, dengan kalem ia menyahut,” Dik, toh aku sudah membuktikan cintaku sepanjang tahun. Hari itu tidak dirayakan kan tidak apa-apa. Cinta kan tidak butuh upacara…”


Sekarang, pagi-pagi ia sudah pamit ke kantor karena harus menyiapkan beberapa dokumen rapat. Ia pamit saat aku berada di kamar mandi. Aku memang sengaja tidak mengingatkannya tentang ulang tahun perkawinan kami. Aku ingin mengujinya, apakah ia ingat atau tidak kali ini. Nyatanya? Aku menarik napas panjang.

Heran, apa sih susahnya mengingat hari ulang tahun perkawinan sendiri? Aku mendengus kesal. Aa’ memang berbeda dengan aku. Ia kalem dan tidak ekspresif, apalagi romantis. Maka, tidak pernah ada bunga pada momen-momen istimewa atau puisi yang dituliskan di selembar kertas merah muda seperti yang sering kubayangkan saat sebelum aku menikah.

Sedangkan aku, ekspresif dan romantis. Aku selalu memberinya hadiah dengan kata-kata manis setiap hari ulang tahunnya. Aku juga tidak lupa mengucapkan berpuluh kali kata I love you setiap minggu. Mengirim pesan, bahkan puisi lewat sms saat ia keluar kota. Pokoknya, bagiku cinta harus diekspresikan dengan jelas. Karena kejelasan juga bagian dari cinta.

Aku tahu, kalau aku mencintai Aa’, aku harus menerimanya apa adanya. Tetapi, masak sih orang tidak mau berubah dan belajar? Bukankah aku sudah mengajarinya untuk bersikap lebih romantis? Ah, pokoknya aku kesal titik. Dan semua menjadi tidak menyenangkan bagiku. Aku uring-uringan. Aa’ jadi benar-benar menyebalkan di mataku. Aku mulai menghitung-hitung waktu dan perhatian yang diberikannya kepadaku dalam tiga tahun perkawinan kami. Tidak ada akhir minggu yang santai. Jarang sekali kami sempat pergi berdua untuk makan malam di luar. Waktu luang biasanya dihabiskannya untuk tidur sepanjang hari. Jadilah aku manyun sendiri hampir setiap hari minggu dan cuma bisa memandangnya mendengkur dengan manis di tempat tidur.

Rasa kesalku semakin menjadi. Apalagi, hubungan kami seminggu ini memang sedang tidak baik. Kami berdua sama-sama letih. Pekerjaan yang bertumpuk di tempat tugas kami masing-masing membuat kami bertemu di rumah dalam keadaan sama-sama letih dan mudah tersinggung satu sama lain. Jadilah, beberapa kali kami bertengkar minggu ini.

Sebenarnya, hari ini aku sudah mengosongkan semua jadual kegiatanku. Aku ingin berdua saja dengannya hari ini dan melakukan berbagai hal menyenangkan. Mestinya, Sabtu ini ia libur. Tetapi, begitulah Aa’. Sulit sekali baginya meninggalkan pekerjaannya, bahkan pada akhir pekan seperti ini. Mungkin, karena kami belum mempunyai anak. Sehingga ia tidak merasa perlu untuk meluangkan waktu pada akhir pekan seperti ini.

Rabu, 15 Juni 2011

Tulang Rusuk yang Hilang… sebuah Cerita Cinta yang Mengharukan…..

Tulang Rusuk yang Hilang… sebuah Cerita Cinta yang Mengharukan…..

Cerita ini saya posting untuk seorang teman yang sedang duduk termenung disana menyesali diri. Kehidupan cinta yang penuh dengan pertengkaran membuat teman saya ini merasa salah memilih calon pendamping hidupnya yaiu sang pacar yang sudah 4 tahun menemani hari-harinya.
cerita ini untuk kita semua yang sering kali membuat sedihati orang yang kita sayang
…..semoga kisah ini membuat perubahan akan perasaan pada sang kekasih….terima kasih untuk penulis cerita ini
Sebuah senja yang sempurna, sepotong donat, dan lagu cinta yang lembut. Adakah yang lebih indah dari itu, bagi sepasang manusia yang memadu kasih? Raka dan Dara duduk di punggung senja itu, berpotong percakapan lewat, beratus tawa timpas, lalu Dara pun memulai meminta kepastian. ya, tentang cinta.
Dara : Siapa yang paling kamu cintai di dunia ini?
Raka : Kamu dong?
Dara : Menurut kamu, aku ini siapa?
Raka : (Berpikir sejenak, lalu menatap Dara dengan pasti) Kamu tulang rusukku! Ada tertulis, Tuhan melihat bahwa Adam kesepian. Saat Adam tidur, Tuhan mengambil rusuk dari Adam dan menciptakan Hawa. Semua pria mencari tulang rusuknya yang hilang dan saat menemukan wanita untuknya, tidak lagi merasakan sakit di hati.”
Setelah menikah, Dara dan Raka mengalami masa yang indah dan manis untuk sesaat. Setelah itu, pasangan muda ini mulai tenggelam dalam kesibukan masing-masing dan kepenatan hidup yang kain mendera. Hidup mereka menjadi membosankan. Kenyataan hidup yang kejam membuat mereka mulai menyisihkan impian dan cinta satu sama lain.
Mereka mulai bertengkar dan pertengkaran itu mulai menjadi semakin panas.
Pada suatu hari, pada akhir sebuah pertengkaran, Dara lari keluar rumah. Saat tiba di seberang jalan, dia berteriak, “Kamu nggak cinta lagi sama aku!”
Raka sangat membenci ketidakdewasaan Dara dan secara spontan balik berteriak, “Aku menyesal kita menikah! Kamu ternyata bukan tulang rusukku!”
Tiba-tiba Dara menjadi terdiam , berdiri terpaku untuk beberapa saat. Matanya basah. Ia menatap Raka, seakan tak percaya pada apa yang telah dia dengar.Raka menyesal akan apa yang sudah dia ucapkan. Tetapi seperti air yang telah tertumpah, ucapan itu tidak mungkin untuk diambil kembali. Dengan berlinang air mata, Dara kembali ke rumah dan mengambil barang-barangnya, bertekad untuk berpisah. “Kalau aku bukan tulang rusukmu, biarkan aku pergi. Biarkan kita berpisah dan mencari pasangan sejati masing-masing. ”
Lima tahun berlalu…..
Raka tidak menikah lagi, tetapi berusaha mencari tahu akan kehidupan Dara. Dara pernah ke luar negeri, menikah dengan orang asing, bercerai, dan kini kembali ke kota semula. Dan Raka yang tahu semua informasi tentang Dara, merasa kecewa, karena dia tak pernah diberi kesempatan untuk kembali, Dara tak menunggunya.
Dan di tengah malam yang sunyi, saat Raka meminum kopinya, ia merasakan ada yang sakit di dadanya. Tapi dia tidak sanggup mengakui bahwa dia merindukan Dara.
Suatu hari, mereka akhirnya kembali bertemu. Di airport, di tempat ketika banyak terjadi pertemuan dan perpisahan, mereka dipisahkan hanya oleh sebuah dinding pembatas, mata mereka tak saling mau lepas.
Raka : Apa kabar?
Dara : Baik… ngg.., apakah kamu sudah menemukan rusukmu yang hilang?
Raka : Belum.
Dara : Aku terbang ke New York dengan penerbangan berikut.
Raka : Aku akan kembali 2 minggu lagi. Telpon aku kalau kamu sempat. Kamu tahu nomor telepon kita, belum ada yang berubah. Tidak akan adayang berubah.
Dara tersenyum manis, lalu berlalu.
“Good bye….”
Seminggu kemudian, Raka mendengar bahwa Dara mengalami kecelakaan, mati. Malam itu, sekali lagi, Raka mereguk kopinya dan kembali merasakan sakit di dadanya. Akhirnya dia sadar bahwa sakit itu adalah karena Dara, tulang rusuknya sendiri, yang telah dengan bodohnya dia patahkan.
“Kita melampiaskan 99% kemarahan justru kepada orang yang paling kita cintai. Dan akibatnya seringkali adalah fatal”